"WANITA KEPALA 3"
Umumnya, orang akan dengan penuh semangat bercerita tentang masa-masa muda mereka. Ada yang mengenangnya seperti matahari pagi yang terbit, terang dan hangat. Masa remaja dipenuhi dengan kisah-kisah manis, pertemanan yang riuh rendah, dan pencarian pengetahuan yang terasa seperti petualangan tiada henti. Lalu masa awal dewasa—usia 20-an yang penuh gejolak. Semangat mengebu-gebu mencari jati diri, mencoba berbagai kemungkinan, mengejar karir, menabrak dinding-dinding realitas, hingga jatuh bangun dalam soal cinta. Semuanya seperti riuh pasar malam—penuh warna, penuh suara, penuh hiruk pikuk. Namun, inilah rasanya ketika seorang wanita memasuki usia awal 30-an. Segalanya mulai berubah ritme. Perjalanan hidup tak lagi terburu-buru, melainkan lebih pelan, lebih dalam, lebih bermakna. Mata kini memandang dunia dengan sendu yang hangat, seperti menonton hujan sore dari balik jendela—tenang, romantis, mengalir begitu lembut. Hati terasa ringan, seumpama kapas. Ia melayang-l...