HARUS KEMBALI KE PENIADAAN DIRIKAH?
Pikiran ku kosong, di sela sela isi perutku yang kram.
Mencoba terhubung dengan sisi kemanusian, meskipun melalui maya, tak kunjung ujung
Ini tenang, ini baik - baik saja, tapi sakit
ini adalah penipuan rasa syukur yang berkamuflase dari bulu domba
Atau ini adalah isyarat untuk pergi dari dunia?
usaha menghianati hasil.
Lelah hanya mendapat sakit
Tangis hanya menambah luka
Hei, diriku yang tiga puluh, target mu adalah empat puluh? tapi analisis mu kacau..
kau bahkan tak berani membayangkan masa itu nantinya...
terlunta lunta tanpa harga diri
terserang penyakit dingin , tertutupi air hujan di sela air mata mu.
Harus kembali kah aku akan pemikiran pengakhiran hidup? harus kembali fokus peniadaan diri?
Komentar
Posting Komentar